zat aditif adalah

    Guys pernah nggak ngerasain panas-panas tiba-tiba liat es yang warnanya merah, kuning, ijo? Auto ngiler kan. Tapi kok bisa yaa warnanya terang gitu pasti ada kandungan tambahannya nih. Biasanya yang kayak gitu tuh ditambahin sama yang namanya zat aditif guys. Wah zat apa itu yaa? berbahayakah? Untuk lebih lengkapnya kuy kita memahami tentang zat aditif sama-sama!

    Pengertian Zat Aditif

    Zat aditif adalah bahan tambahan yang secara umum dipakek pada makanan buat nambahin daya tarik dan cita rasa serta daya tahan dari masa konsumsi makanan itu sendiri. Umumnya, penggunaan zat aditif diperuntukkan pada makanan yang dikemas dalam bentuk kemasan ataupun kaleng. 

    Pada dasarnya, zat aditif dibuat dengan menggunakan sumber bahan yang bersifat alamiah, yakni dari tumbuh-tumbuhan. Tapi, karena tuntutan dan perkembangan zaman yang semakin cepat dan dinamis membuat pembuatan zat aditif diolah secara sintetis, yakni dengan menggunakan bahan kimia. Namun tetap saja, baik zat aditif yang bersumber dari bahan alamiah maupun zat aditif yang bersumber dari bahan sintetis tetap sama-sama memiliki manfaat kegunaan yang dibutuhkan manusia. Tetapi tetap saja penggunaan zat aditif jangan berlebihan yaa guys, karena bahaya buat lambung dan kawan-kawannya.

    Jenis-jenis Zat Aditif

    1. Zat Pewarna

    Zat pewarna ini merupakan zat yang secara kegunaannya dibuat biar ngebuat warna pada makanan menjadi lebih menggugah selera makan orang yang melihatnya. 

    1. Zat Pemanis

    Kegunaan dari jenis zat aditif yang satu ini jelas, yakni buat nambahin cita rasa manis pada suatu makanan. 

    1. Zat Pengawet

    Zat pengawet berfungsi buat nambahin masa awet sebuah produk makanan yang dikemas secara kemasan kaleng biar bisa dimakan, tanpa ngerubah aroma, rasa dan juga penampilan makanan itu sendiri. 

    1. Zat Penyedap Rasa

    Zat ini berfungsi buat nambahin cita rasa kelezatan suatu makanan yang dikemas biar lebih diminati para konsumen. 

    1. Zat Penambah Aroma

    Zat penambah aroma pada makanan agar makanan dalam kemasan sangatlah berguna untuk nambah cita rasa kelezatan suatu makanan dan minuman. 

    Fungsi Zat Aditif

    Fungsi dari zat aditif pada umumnya yakni buat nambahin masa pengawetan suatu produk bahan makanan yang dijual dan dikemas dalam bentuk kaleng. Selain itu, penggunaan zat aditif pada bahan makanan ataupun minuman punya fungsi yang banyak banget nih dan manfaat lainnya, selain untuk memperpanjang masa pengawetan.

    Zat aditif dapat mempercantik dan menambah daya tarik suatu produk makanan dan minuman pada aspek rasa, aroma, beserta tampilan warna yang bisa menarik perhatian pembeli. Maka, fungsi dari zat aditif utamanya pada makanan nggak cuma buat nambahin masa pengawetan agar bisa dimakan. 

    Contoh Zat Aditif

    1. Kunyit

    Kunyit merupakan contoh zat aditif yang bersifat alamiah, berfungsi sebagai penambah warna pada suatu bahan makanan ataupun minuman agar terlihat lebih berwarna kuning menarik. 

    1. Natrium Siklamat

    Natrium Siklamat merupakan contoh zat aditif bersifat sintetis yang berfungsi untuk menambah rasa manis pada bahan minuman agar tampak lebih bercita rasa. 

    1. Bawang Bombay

    Bawang bombay dapat menjadi contoh suatu zat aditif yang bersifat alamiah dengan fungsi sebagai penyedap rasa. 

    Gimana guys kalian udah memahami tentang zat aditif kan? Jadi zat aditif ini banyak tersebar disekitar kita guys. Entah itu dalam bentuk minuman maupun makanan yang biasa kita konsumsi. Tapi konsumsi zat ini ada batasnya loh guys, jangan sampai berlebihan yaa karena suatu yang berlebihan itu ngga baik guys. Meskipun rasanya enak dan warnanya menarik yaa boleh lah sekali-sekali. Semoga informasi ini bermanfaat yaa guys buat kalian, see you!