pengertian, ciri, dan struktur karya ilmiah

Karya Ilmiah: Pengertian, Ciri, dan Strukturnya

Menulis sebuah karya ilmiah diakui memang bukanlah hal yang mudah. Dalam teks karya ilmiah, tidak diperbolehkan mengungkapkan imajinasi dari penyusun. Berbeda dengan cerpen atau cerita imajinatif lainnya. Dalam karya ilmiah harus disusun berdasarkan fakta dan data yang akurat.

Sebelum jauh menyusun karya ilmiah, ada baiknya kamu pelajari terlebih dahulu tentang pengertian, ciri, dan strukturnya. Berikut penjelasan selengkapnya dari Blog Mataoker. 

Baca Juga: 

Teks Fiksi dan Nonfiksi Pengertian, Ciri, dan Struktur

Teks Kritik dan Esai Pengertian, Ciri, dan Struktur

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berupaya menguraikan sesuatu ulasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seseorang penulis ataupun periset.

Jadi, karya ilmiah adalah tulisan yang didasarkan atas riset ilmiah. Sesuatu karya tulis bisa dikatakan ilmiah apabila tulisan tersebut bersumber pada kenyataan serta informasi, baik secara teoritis ataupun empirik yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya lewat eksperimen, survei, serta sumber fakta yang kuat.

Ciri Karya Ilmiah

Bersumber pada pengertian di atas, bisa kita simpulkan kalau karya ilmiah memiliki ciri pembeda yang menjadikan tulisan ilmiah berbeda bila dibanding dengan bacaan yang lain.

Objektif

Fakta serta informasi yang diungkapkan bersumber pada realitas yang sesungguhnya merupakan gambaran dari keobjektifan. Objektif pula berarti tiap pernyataan serta simpulan yang di informasikan bersumber pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya opini individu. Dengan menjunjung objektivitas, siapa juga bisa memverifikasi kebenaran serta keabsahannya dengan adil.

Netral

Kenetralan karya ilmiah bisa nampak pada tiap pernyataan tulisan ilmiah yang tidak mengaitkan kepentingan yang mengunggulkan pihak tertentu. Oleh sebab itu, karya ilmiah umumnya tidak banyak memakai bahasa persuasif.

Sistematis

Penjelasan yang didatangkan dalam karya ilmiah bisa dikatakan sistematis bila polanya  dirancang khusus supaya efisien. Misalnya pola sebab- akibat buat menerangkan karena akibat, kronologis urutan pertumbuhan, dsb. 

Logis

Artinya, pola nalar yang digunakan masuk akal dengan kebutuhan. Misalnya, pola nalar induktif( spesial ke universal) digunakan untuk merumuskan sesuatu kenyataan ataupun informasi, kebalikannya bila mau meyakinkan sesuatu hipotesis ataupun teori digunakan pola deduktif( universal ke spesial).

Menyajikan kenyataan( bukan perasaan ataupun emosi)

Karya tulis ilmiah wajib faktual, ialah perihal yang betul- betul terjalin serta bisa dipertanggungjawabkan.. Menggemari sesuatu kemudian mengelu- elukannya tanpa alibi jelas serta nyata bukanlah ilmiah.

Bahasa Formal

Bahasa baku wajib digunakan untuk menghindari kesalahpahaman. Oleh sebab itu, bahasa Indonesia yang baik serta benar merupakan opsi utama dalam menulis karya ilmiah.

Struktur Karya Ilmiah

Judul

Judul dalam karya ilmiah diformulasikan dalam satu frasa yang jelas serta lengkap.. Artinya, judul pula mencerminkan konsistensi dengan ruang lingkup pembahasan yang meliputi permasalahan riset, ruang lingkup riset, tujuan riset, subjek riset, serta tata cara riset.

Pendahuluan

Dalam karya ilmiah, bagian pendahuluan mencakup: latar belakang permasalahan, identifikasi permasalahan, pembatasan permasalahan, formulasi permasalahan, tujuan riset, serta manfaat riset. Tidak hanya itu, bisa pula dilengkapi dengan definisi operasional serta sistematika penyusunan. Berikut merupakan penjelasannya.

Latar Belakang Masalah

Bagian ini berisi uraian serta alasan kenapa sesuatu perihal yang dibahas dalam karya tulis ilmiah wajib dibahas ataupun diteliti. Isinya bisa berbentuk uraian munculnya permasalahan serta berartinya buat dibahas, baik dari segi pengembangan ilmu, keadaan sosial warga, seni, dsb.

Perumusan Masalah

Permasalahan ialah seluruh suatu yang butuh dipecahkan oleh penulis. Latar belakang permasalahan belum menjabarkan secara jelas poin- poin apa saja yang hendak jadi fokus ulasan dalam karya ilmiah. Oleh sebab itu, bagian ini menjabarkan masalah- masalah utama yang mau dibahas dalam wujud persoalan semacam: kenapa ataupun bagaimana.

Tujuan( Penyusunan Karya Ilmiah)

Tujuan merupakan perihal yang mau dicapai dalam ulasan karya ilmiah bersumber pada permasalahan yang sudah dirumuskan. Oleh sebab itu, tujuan wajib selaras dengan rumusan permasalahan yang sudah didetetapkan.

Manfaat

Manfaat membicarakan kegunaan dari penyusunan karya ilmiah. Misalnya buat meningkatkan sesuatu bidang ilmu pengetahuan ataupun manfaat nyata terhadap kehidupan warga.

Kerangka Teoretis

Bagian ini mengenali serta mengkaji bermacam teori relevan dengan perihal yang dibahas dalam karya ilmiah. Kerangka teoretis diakhiri oleh hipotesis yang hendak dibuktikan ataupun dibandingkan dalam riset.

Tidak hanya itu, kerangka teoretis pula wajib mengkaji bermacam penelitian- penelitian relevan yang sudah dicoba oleh penulis terdahulu. Langkah ini dicoba buat mendapatkan pengetahuan adu pengetahuan baru yang sudah terdapat tadinya. 

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian ataupun tata cara riset mencantumkan prosedur ataupun tahap- tahap riset yang hendak digunakan. Mulai dari persiapan, penentuan sumber informasi, metode pengolahan informasi, sampai teknis pelaporannya.

Riset bisa memakai berbagai tata cara riset yang disesuaikan dengan tujuannya sendiri. Tata cara riset yang diartikan misalnya:

Pembahasan

Bagian ini berisikan paparan isi pokok karya ilmiah, terhubung dengan rumusan permasalahan serta tujuan penyusunan yang sudah dikemukakan. Informasi yang sudah diperoleh dalam riset semacam hasil wawancara, survei, ataupun pengamatan dibahas dengan bermacam sudut pandang serta diperkuat oleh teori- teori yang sudah dikemukakan.

Simpulan Serta Saran

Simpulan merupakan pemaknaan kembali ataupun sintesis( gabungan) dari segala faktor penyusunan karya ilmiah. Oleh sebab itu, butuh dijabarkan kembali secara ringkas pernyataan- pernyataan pokok dalam kerangka pikir yang menuju pada simpulan. Setelah itu, dicoba kajian terpadu dengan meletakkan unsur- unsur riset secara merata terhadap apa yang dihasilkan dari riset.

Daftar Pustaka

Daftar pustaka memuat seluruh kepustakaan yang digunakan selaku landasan dalam karya ilmiah yang ada dari sumber tertulis, baik itu berbentuk novel, postingan harian, karya ilmiah lain, dokumen formal, ataupun sumber- sumber lain dari internet.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian, ciri, dan struktur dari karya ilmiah semoga bisa membantu kamu dalam memahaminya ya. Sekarang jawab soal yuk tentang Latihan Soal Teks Karya Ilmiah di blog ini.

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang karya ilmiah dan cara membuatnya, langganan ruangbelajar dari Ruangguru yuk. Ada video animasi yang akan menjelaskan lebih dalam lagi soal karya ilmiah di sana.

Langganan pakai kode diskon ELIYANAUGIJJ ya buat dapetin diskonnya sekarang juga.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *