mt801
Saat pentas seni sekolahan ketika lo disuruh tampil untuk membacakan puisi gimana tuh perasaannya? Tegang? Keringet dingin? Wajarlah. Ada tips nih biar lo nggak terlalu tegang. Lo bisa pilih puisi yang bakalan dibaca. Yaps, ada beberapa jenis-jenis puisi yang bisa lo baca kok buat ngurangin ketegangan lo saat ngebacain.

Puisi ini mengungkapkan cerita dari si penyair. Puisi naratif terbagi menjadi 2 macam yakni balada dan romansa. Begini, balada itu puisi yang isinya cerita tentang orang-orang kuat atau bisa juga tokoh yang dijadikan pujaan. Nah, kalau romansa itu puisi cerita yang bahasanya romantis banget. Isinya ya tentang percintaan.

1. Puisi Naratif

Perempuan Sial

la terbaring di taman tua
pestol di tangan dan lubang di jidatnya

Mereka menemuinya tanpa dukacita
dan angin bau karat tembaga.

Mulutnya menggigit berahi layu
bunga biru dan berbau.

Matanya tidak juga pejam
lain mimpi, lain digenggam.

Ah, tubuhnva! Ah, rambutnya!
Tempat tidur tersia suami tua.

Bunga bagai dia diasuh angin
oleh nasib jatuh ke riba lelaki tua dingin.

Nizar yang menopangnva dari kelayuan
perempuan bagai bunga, lelaki bagai dahan.

Lelaki muda itu bertolak tinggalkan dia
tersisa jantung dan hati dari timah.

la terbaring di taman tua
pestol di tangan dan lubang di jidatnva.

Suaminya yang tua berkata:
– Farida, engkau ini perempuan sial!

(WS Rendra di buku Balada Orang-orang Tercinta)

2. Puisi Lirik


Puisi lirik sendiri terbagi menjadi Elegi, Ode, dan Serenade. Elegi itu puisi yang mengungkapkan persaan sedih. Ode, merupakan puisi yang isinya tentang pemujaan terhadap tokoh yang dikagumi. Nah, kalau Serenade itu sajak romantis (percintaan) yang dapat dinyanyikan.
Contoh Puisi Lirik (Elegi)

Elegi Jakarta
karya Asrul Sani

Pada tapal terakhir sampai ke Yogya,
bimbang telah datang pada nyala
langit telah tergantung suram
Kata-kata berantukan pada arti sendiri
Bimbang telah datang pada nyala
dan cinta tanah air akan berupa
peuru dalam darah
serta nilai yang bertebaran sepanjang masa
bertanya akan kesudahan ujian
mati – atau tiada mati-matinya

O jenderal, bapa, bapa
tiadakah engkau hendak berkata untuk kesekian kali
ataukah suatu kehilangan keyakinan
hanya akan tetap tinggal pada titik-sempurna
dan nanti tulisan yang telah diperbuat sementara
akan hilang ditiup angin
ia berdiam di pasir kering

< >3. Puisi Deskriptif


Dalam jenis puisi ini, penyair itu posisinya sebagai pemberi kesan terhadap peristiwa yang menarik menurutnya. Ada 2 macam puisi deskriptif yakni Satire dan Kritik Sosial. Satire itu puisi yang isinya ungkapan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan tapi disampaikan dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan yang sebaliknya. Kalau puisi kritik sosial itu menyampaikan ketidakpuasan terhadap keadaan atau diri seseorang. Caranya dengan menjelaskan kekurangan dari hal tersebut.

Contoh Puisi Satire

DI NEGERI AMPLOP
Oleh : (Gus Mus)

<


Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya “malu”
Samson tersipu – sipu, rambut keramatnya ditutupi topi “rapi – rapi”
David Coverfil dan Rudini bersembunyi “rendah diri”
Entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop – amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
Hal – hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal – hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop – amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang – orang biasa
Amplop – amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati
Di negri amplop, amplop – amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja.
Gimana, sekarang lo udah tau kan jenis-jenis puisi itu ada apa aja? Coba sekarang tulis dong puisi buatan lo sendiri di kolom komentar. Biar makin paham, coba ikutan latihan teks puisi di bawah ini.
Kalau penjelasannya belum cukup jelas, yuk langganan Ruangguru. Ada ribuan video animasi dengan guru terbaik yang siap menamani kamu belajar. Sekarang lagi ada diskon gede nih. Pakai kode diskon MAUTIDUR ya buat dapetin diskonnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *